PEREMPUAN DALAM HIMPITAN DOMINASI LAKI-LAKI

Leave a comment

May 29, 2012 by adenasoetion

Perempuan dan keberadaannya dalam sosial ekonomi selalu menarik untuk dikupas dan dibicarakan. Hal itu  terjadi karena dalam konsep dan prakteknya, kesetaraan ekonomi antara peempuan dan laki-laki  tidak pernah tercapai terutama di negara berkembang termasuk Indonesia.

Perempuan hampir selalu ditempatkan pada strata kedua dari kegiatan sosial, politik dan ekonomi;  Berdasarkan data dari Kementerian  Negara Pemberdayaan perempuan didapat data bahwa hanya 1 % asset-asset ekonomi yang dimiliki oleh perempuan. Dalam bidang sosial, perempuan selalu pada posisi dilematis, antara kebutuhan akan pengakuan sosial dan berhadapan dengan masalah domestik rumah tangga. Dalam bidang Politik, walaupun rasio pemilih Perempuan dan laki-laki adalah lebih kurang 60 : 40, artinya bahwa pemilih potensial mayoritas adalah perempuan, namun dalam keterwakilan perempuan di lembaga legislatif dan eksekutif, mereka hanya mengambil porsi di bawah 30 %, itupun sesudah adanya semacam pemaksaan dalam Undang-Undang pemilu.Dalam bidang tenaga kerja, perempuan tetap selalu dalam strata kedua, posisi pekerjaan lebih banyak  ditawarkan kepada laki-laki, padahal secara pisik dan kemampuan, pekerjaan itu dapat dikerjakan oleh perempuan, Sopir pribadi atau operator alat berat misalnya, adalah pekerjaan yang selalu didominasi oleh laki-laki.

Nah, kebalikannya dengan laki-laki adalah dalam bidang iklan di mass media yang  cenderung hampir semuanya menggunakan perempuan, baik sebagai obyek maupun subyeknya, tampaknya tidak menjamin perempuan lebih  baik. Betapa hebat perempuan ini!

Ada banyak contoh menarik. Hampir pada setiap iklan yang ditayangkan di media cetak dan elektronik, selalu ada sosok perempuan. Tidak memandang produk yang diiklankan. Hal ini juga menjelaskan bahwa kelompok sasar iklan tersebut lebih banyak perempuan. Artinya, perempuan dianggap sebagai sosok yang memiliki daya jual atau komodifikasi tinggi. Keterlibatan perempuan dalam iklan lebih pada memberikan daya tarik tontonan dengan peranan yang ilustratif. Apa maksud dari iklan-iklan yang selalu menonjolkan perempuan ini? Menyudutkan? Menghargai? Atau melecehkan perempuan karena seolah dikaitkan bahwa pusat gaya hidup konsumtif adalah perempuan, yang bermuara akhir pada kebahagiaan keluarga, penciptaan sebuah surga?

Pembahasan kaitan antara perempuan dan posinya dalam sosial, politik dan ekonomi hendak mencoba menelusuri bahwa sebetulnya dalam kegiatan sosial, politik dan ekonomi, perempuan belum sepenuhnya berada dalam posisi equal (baca: equity) dengan lelaki. Kapitalisme dan patriarki masih melingkari dan melilit perjuangan bagi munculnya kesetaraan gender

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

INSTAGRAM

There was an error retrieving images from Instagram. An attempt will be remade in a few minutes.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Blog Stats

  • 3,206 hits

Top Clicks

  • None
cover isu dan masalah lingkungan hidupp COVER OK
UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN

Unggul, Kreatif dan Mandiri